Daerah  

Pemprov Sultra Percepat Pembangunan Infrastruktur Jalan di Buton Utara, Pangkowulu Jadi Prioritas Penanganan

KENDARI~BERITAINFO.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menegaskan komitmennya dalam mempercepat pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Buton Utara. Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan konektivitas wilayah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat yang selama ini masih terkendala akses transportasi. Jumat (5/6/2026).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sultra, Andi Sahrir, S.TP., M.Si., mengatakan bahwa Kabupaten Buton Utara menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus dari Gubernur Sultra karena memiliki potensi besar di sektor perikanan dan pertanian yang sangat strategis bagi perekonomian daerah.

Menurutnya, kondisi infrastruktur jalan yang belum sepenuhnya memadai masih menjadi tantangan utama dalam memperlancar distribusi hasil produksi masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas jalan di wilayah tersebut.

“Bapak Gubernur memberikan perhatian khusus terhadap Kabupaten Buton Utara. Daerah ini merupakan sentra produksi perikanan dan pertanian yang sangat strategis. Namun, infrastruktur jalan yang masih membutuhkan peningkatan menjadi kendala dalam memperlancar distribusi barang dan hasil produksi masyarakat,” ujar Andi Sahrir.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Sultra telah memulai program perbaikan sejumlah ruas jalan di Buton Utara sejak tahun 2025. Tiga ruas jalan yang telah mendapatkan penanganan meliputi ruas Lambale–Ereke, Simpang Tiga Bubu–Rompa, dan Rompa–Ereke dengan total panjang penanganan mencapai sekitar 16 kilometer.

Pada tahun 2026, ruas Lambale–Ereke kembali menjadi prioritas pembangunan dengan tambahan penanganan sepanjang lima kilometer. Saat ini proyek tersebut tengah memasuki tahap persiapan lelang sebelum pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Selain itu, Pemprov Sultra juga memberikan perhatian serius terhadap kondisi ruas jalan Pangkowulu di Kecamatan Kambowa yang belakangan menjadi sorotan masyarakat akibat kerusakan cukup parah, khususnya pada titik tanjakan yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Andi Sahrir mengakui bahwa tanjakan Pangkowulu merupakan salah satu titik paling kritis yang membutuhkan penanganan segera. Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah akan melakukan perbaikan darurat sepanjang 150 meter menggunakan anggaran pemeliharaan yang bersumber dari APBD Sultra.

“Titik tanjakan Pangkowulu yang paling rawan akan segera diperbaiki melalui anggaran pemeliharaan APBD. Panjang penanganannya sekitar 150 meter agar kondisi jalan tidak semakin membahayakan masyarakat,” jelasnya.

Tidak hanya penanganan darurat, Pemerintah Provinsi Sultra juga tengah mengusulkan pembangunan sepanjang lima kilometer pada ruas Pangkowulu melalui Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah. Saat ini proses pengusulan masih berada pada tahap penyusunan dokumen oleh instansi teknis terkait.

Lebih lanjut, Andi menegaskan bahwa berbagai langkah yang dilakukan pemerintah merupakan bukti nyata komitmen daerah dalam menjawab persoalan infrastruktur yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan masyarakat.

Ia juga menepis anggapan bahwa sejumlah ruas jalan di Sulawesi Tenggara selama ini diabaikan. Menurutnya, pada masa kepemimpinan Gubernur Sultra Andi Sumangerukka bersama Wakil Gubernur Hugua, berbagai ruas jalan yang sebelumnya terbengkalai mulai mendapatkan perhatian dan penanganan secara bertahap.

“Ruas-ruas jalan yang puluhan tahun tidak tersentuh justru mulai ditangani pada masa kepemimpinan Bapak Andi Sumangerukka dan Bapak Hugua. Jalan Lalembu di Kabupaten Konawe Selatan sudah masuk tahap penanganan. Demikian pula ruas Pangkowulu yang saat ini sedang diproses, termasuk beberapa ruas jalan di Buton Utara yang sebelumnya banyak dikeluhkan masyarakat,” ungkapnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berharap pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Buton Utara dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat. Selain memperlancar mobilitas warga, peningkatan kualitas jalan juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui kemudahan distribusi hasil pertanian, perikanan, serta meningkatnya aktivitas perdagangan dan investasi di wilayah tersebut.

Laporan: Rahman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!