BERITAINFO.ID||KENDARI – Kesemrawutan kabel listrik dan jaringan telekomunikasi di sejumlah ruas jalan Kota Kendari kembali menjadi sorotan. Aktivis hukum, Muchzar Zaing, S.H., menilai kondisi kabel yang menjuntai rendah, tiang miring, hingga tumpukan kabel sambungan rumah (SR) yang tidak tertata telah berubah menjadi ancaman serius bagi keselamatan masyarakat Senin, 25/05/2026.
Menurut Muchzar, persoalan tersebut tidak lagi bisa dianggap sebagai masalah estetika kota semata. Ia menegaskan bahwa kondisi jaringan utilitas yang tidak terawat berpotensi memicu kecelakaan, gangguan listrik, hingga membahayakan nyawa pengguna jalan.
“Ini bukan sekadar kabel semrawut. Ini sudah menyangkut keselamatan masyarakat. Banyak kabel menjuntai rendah, tiang miring, dan tumpukan kabel yang dibiarkan tanpa penanganan serius. Jangan sampai menunggu korban baru bertindak,” tegas Muchzar.
Ia menyoroti kondisi di kawasan Jalan Anggoeya, tepatnya di sekitar depan Puskesmas Anggoya, yang menurutnya menjadi salah satu contoh nyata buruknya penataan jaringan kabel di Kota Kendari. Di lokasi tersebut terdapat tiang jaringan yang terlihat miring dan masih digunakan sebagai penyangga berbagai kabel telekomunikasi.
Menurutnya, keberadaan kabel SR yang melintang rendah sangat berisiko apabila tersangkut kendaraan bertonase besar seperti truk kontainer yang kerap melintas di kawasan tersebut.
“Kalau suatu saat kabel itu tersangkut kontainer lalu putus, bukan hanya layanan terganggu. Bisa terjadi korsleting, gangguan listrik, bahkan membahayakan masyarakat yang berada di sekitar lokasi,” ujarnya pada Senin (25/5/2026)
Muchzar juga mempertanyakan penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam pemasangan serta pemeliharaan jaringan telekomunikasi dan utilitas di Kendari. Ia meminta perusahaan penyedia layanan telekomunikasi maupun pihak ketiga yang menangani pemasangan jaringan untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan.
“Coba dicek penerapan K3-nya. Banyak tiang yang sudah miring tetapi tetap dipakai menahan tambahan kabel baru. Ini harus menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan kerja dan keselamatan publik,” katanya.
Ia turut menyinggung besarnya anggaran yang dimiliki perusahaan telekomunikasi, sehingga menurutnya tidak ada alasan untuk membiarkan tiang-tiang yang sudah tidak layak tetap berdiri dan digunakan.
“Kalau memang ada tiang yang sudah miring atau tidak layak, harus segera diganti. Jangan terus dipaksa menopang kabel tambahan hingga akhirnya membahayakan masyarakat,” tegasnya.
Selain meminta perhatian dari perusahaan telekomunikasi dan PLN, Muchzar juga mendesak Pemerintah Kota Kendari, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, serta instansi terkait untuk melakukan audit menyeluruh terhadap jaringan utilitas yang tersebar di dalam kota.
Menurutnya, sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara, Kendari seharusnya tampil tertata, aman, dan nyaman. Kondisi kabel yang bergelantungan serta tiang jaringan yang miring dinilai menciptakan kesan buruk sekaligus menyimpan potensi bahaya yang sewaktu-waktu dapat menimbulkan korban.
“Jangan hanya fokus pada proyek-proyek besar. Persoalan kabel semrawut ini setiap hari dilihat dan dirasakan masyarakat. Kalau terus dibiarkan, tinggal tunggu waktu sebelum terjadi insiden yang lebih besar,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait masih diupayakan untuk dikonfirmasi guna memperoleh tanggapan atas sorotan dan keluhan masyarakat mengenai kondisi jaringan kabel yang dinilai semakin semrawut di Kota Kendari.
Laporan : Tim












