Kendari — Anggota Komisi III DPRD Kota Kendari, Rajab Jinik, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program pungut sampah yang saat ini digalakkan oleh pemerintah kota. Program tersebut dinilai sebagai langkah positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sekaligus menekan volume sampah di wilayah perkotaan.
Rajab menegaskan bahwa program ini tidak hanya berdampak pada estetika kota, tetapi juga berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat. Menurutnya, keterlibatan aktif warga dalam kegiatan pungut sampah menjadi indikator penting keberhasilan program berbasis partisipasi publik.
“Program ini sangat baik karena mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Namun, pelaksanaannya perlu dievaluasi secara berkala agar hasilnya maksimal,” ujar Rajab saat ditemui di Kendari, Rabu (18/3/2026).
Meski memberikan apresiasi, Rajab juga menyoroti sejumlah kendala di lapangan. Salah satu yang paling menonjol adalah keterbatasan fasilitas pendukung, seperti tempat sampah, armada pengangkut, serta alat kebersihan bagi petugas dan masyarakat.
Ia menilai, tanpa dukungan fasilitas yang memadai, program pungut sampah akan sulit berjalan secara optimal dan berkelanjutan. Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah kota untuk memperkuat sarana dan prasarana yang dibutuhkan.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan semangat masyarakat. Harus ada dukungan nyata dari pemerintah, terutama dalam penyediaan fasilitas yang memadai,” tegasnya.
Selain itu, Rajab juga meminta agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah, termasuk pola pengangkutan dan pengolahan akhir. Ia mengusulkan agar pemerintah melibatkan berbagai pihak, seperti komunitas lingkungan, akademisi, dan sektor swasta, dalam merumuskan solusi yang lebih komprehensif.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor akan memperkuat efektivitas program sekaligus menciptakan inovasi dalam pengelolaan sampah di Kota Kendari.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan pentingnya edukasi berkelanjutan kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah, termasuk pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah.
“Kesadaran masyarakat harus terus dibangun. Edukasi menjadi kunci agar program ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menjadi budaya,” tambahnya.
Pemerintah Kota Kendari sendiri sebelumnya telah menggalakkan program pungut sampah sebagai bagian dari upaya menciptakan kota yang bersih dan ramah lingkungan. Program ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar, aparatur sipil negara, hingga komunitas lokal.
Dengan adanya dukungan dari DPRD, diharapkan program ini dapat terus ditingkatkan kualitasnya melalui evaluasi dan penguatan fasilitas, sehingga mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi kebersihan dan kenyamanan Kota Kendari.
Laporan : Rahman












