SMK Negeri 1 Kendari Perkuat Pencegahan NAPZA dan Bullying, Libatkan Orang Tua serta Polda Sultra dalam Pembinaan Siswa Baru

BERITAINFO.ID||Kendari – SMK Negeri 1 Kendari terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Hal tersebut diwujudkan melalui sosialisasi pencegahan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) bagi peserta didik baru yang melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN), Polda Sulawesi Tenggara, serta dukungan penuh dari orang tua siswa.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMK Negeri 1 Kendari, Rony S.ST., Pi, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah preventif untuk memastikan seluruh siswa baru terhindar dari penyalahgunaan narkoba sejak memasuki lingkungan sekolah jumat, 17 Juli 2026.

“Harapan kami seluruh siswa baru berada dalam kondisi yang baik dan tidak terlibat penyalahgunaan NAPZA. Karena itu kami bekerja sama dengan BNN untuk memberikan sosialisasi dan edukasi sejak dini agar mereka memahami bahaya narkoba serta mampu menjauhinya,” ujar Rony.

Selain sosialisasi, pihak sekolah juga melaksanakan tes urine melalui skrining mandiri yang telah mendapat persetujuan dari orang tua siswa. Menurut Rony, program tersebut mendapat sambutan positif sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap masa depan peserta didik.

“Alhamdulillah, orang tua memberikan dukungan yang sangat baik terhadap program sekolah. Ke depan kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan demi menjaga dan melindungi seluruh siswa SMK Negeri 1 Kendari,” katanya.

Tak hanya fokus pada pencegahan penyalahgunaan narkoba, sekolah juga menggandeng Polda Sultra, khususnya dari unsur SDM, untuk memberikan pembinaan mengenai bahaya bullying, kekerasan di lingkungan sekolah, tawuran, serta berbagai bentuk kenakalan remaja lainnya.

Rony menjelaskan, pihak sekolah terus memperkuat koordinasi dengan orang tua, komite sekolah, aparat kepolisian, serta masyarakat sekitar agar pengawasan terhadap aktivitas siswa dapat dilakukan secara bersama-sama.

“Kami selalu mengingatkan orang tua agar memastikan anaknya benar-benar berangkat dan tiba di sekolah. Sinergi antara sekolah, keluarga, kepolisian, komite, dan masyarakat sangat penting untuk mencegah berbagai aktivitas negatif di luar lingkungan sekolah,” jelasnya.

Terkait penerimaan peserta didik baru, Rony menyebutkan bahwa kuota yang disediakan sebanyak 504 siswa, sementara yang telah diterima mencapai lebih dari 480 siswa. Sekolah masih membuka kesempatan bagi calon peserta didik yang belum memperoleh sekolah tujuan.

“Kami masih membuka ruang bagi siswa yang belum mendapatkan sekolah agar dapat bergabung di SMK Negeri 1 Kendari,” ujarnya.

Di hadapan orang tua siswa, Rony juga memaparkan visi kepemimpinannya sebagai Plt Kepala Sekolah. Ia berharap terjalin hubungan yang harmonis antara sekolah dan orang tua dalam mendukung keberhasilan pendidikan anak.

Menurutnya, terdapat tiga prioritas utama yang ingin diwujudkan, yakni menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan tertata, meningkatkan kualitas serta kesejahteraan guru, dan menghadirkan senyum serta kebahagiaan bagi siswa maupun orang tua.

“Saya ingin sekolah ini menjadi tempat yang nyaman bagi semua. Ada pepatah yang mengatakan, tak kenal maka tak sayang. Karena itu izinkan saya memperkenalkan diri, saya Rony, Plt Kepala SMK Negeri 1 Kendari. Mari kita bersama-sama membangun sekolah ini menjadi lebih baik,” tuturnya.

Sementara itu, salah seorang orang tua siswa, Nurmin (46), mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi pencegahan NAPZA yang diberikan kepada siswa baru. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat penting sebagai bekal bagi anak-anak agar memahami bahaya narkoba sejak dini.

“Saya sangat mendukung kegiatan ini. Apalagi anak saya perempuan, sehingga pengawasan tetap kami lakukan. Sosialisasi seperti ini sangat bermanfaat untuk melindungi anak-anak dari pengaruh negatif,” katanya.

Laporan: Rahman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!