BERITAINFO.ID||KENDARI ~ Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MAN 1 Kendari, Dr. Zulrahmat Spd. M.pd, menegaskan bahwa kegiatan perpisahan siswa yang belakangan menjadi perhatian publik merupakan murni inisiatif para siswa dan bukan agenda resmi yang dipaksakan oleh pihak sekolah.
Ia menjelaskan, sejak awal sekolah sebenarnya telah melarang rencana kegiatan tersebut menyusul adanya imbauan pemerintah terkait pembatasan perayaan kelulusan yang dinilai berlebihan.
“Ketika siswa datang menyampaikan rencana perpisahan, saya langsung menyampaikan bahwa kegiatan itu tidak diperbolehkan karena sudah ada aturan dari pemerintah,” ujar Zulrahmat, Jumat (22/5/2026).
Meski demikian, para siswa disebut terus mengajukan permintaan agar acara tetap dapat dilaksanakan. Mereka bahkan mengaku telah berkoordinasi dengan orang tua melalui wali kelas masing-masing.
Melihat situasi tersebut, pihak sekolah akhirnya memilih mengambil langkah pengawasan dengan memberikan izin terbatas agar kegiatan tetap berlangsung di lingkungan sekolah.
Menurut Zulrahmat, keputusan itu diambil untuk menghindari kemungkinan siswa mengadakan acara secara mandiri di luar pengawasan guru, sebagaimana yang pernah terjadi sebelumnya.
“Tahun lalu kegiatan kami larang sepenuhnya, tetapi siswa justru mengadakan acara sendiri di hotel. Itu yang menjadi kekhawatiran kami,” katanya.
Karena itu, sekolah menetapkan sejumlah ketentuan ketat, di antaranya pelaksanaan kegiatan wajib dilakukan di area sekolah, berlangsung pada siang hari, serta tidak diperbolehkan menghadirkan konsep acara menyerupai pesta di hotel.
Terkait biaya perpisahan yang disebut mencapai Rp315 ribu per siswa, Zulrahmat menyatakan pihak sekolah justru meminta panitia untuk menekan anggaran agar tidak memberatkan peserta.
“Awalnya usulan anggaran mencapai Rp350 ribu per siswa, namun saya meminta agar jumlahnya tidak melebihi Rp300 ribu,” jelasnya.
Ia juga membantah adanya pungutan liar dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, sekolah hanya berupaya memastikan keamanan siswa serta menjaga agar seluruh rangkaian acara tetap berada dalam pengawasan pihak sekolah.
Sementara itu, media ini masih berupaya menghubungi panitia penyelenggara guna memperoleh penjelasan lebih lanjut terkait pengelolaan anggaran kegiatan perpisahan tersebut.
Laporan: AR












