BERITAINFO.ID||KENDARI — Hujan deras yang mengguyur Kota Kendari pada Minggu sore (24/05/2026) sekitar pukul 14.20 WITA kembali menyebabkan banjir dan longsor di Jalan Banda, RT 01 RW 03, Kelurahan Watulondo, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari.
Warga setempat mengeluhkan meluapnya Sungai Banda yang terjadi hanya dalam waktu satu jam hujan turun. Akibatnya, banjir merendam permukiman warga hingga setinggi pinggang orang dewasa dan menyebabkan longsor di sejumlah titik.
Salah seorang warga, Akbar D, mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung kurang lebih enam bulan terakhir tanpa adanya penanganan serius dari pemerintah.
“Pemerintah harus turun meninjau langsung kondisi masyarakat di sini, khususnya di Lorong Banda RT 01 RW 03 Kelurahan Watulondo. Hujan satu jam saja air Sungai Banda langsung meluap. Dampaknya longsor dan banjir sampai setinggi pinggang. Bahkan di sebelah sana ada sembilan rumah terdampak akibat banjir dan longsor,” ungkap Akbar.
Menurutnya, setiap kali hujan turun, warga selalu dihantui rasa takut karena kondisi sungai yang tidak mampu menampung debit air.
“Kalau hujan turun di Jalan Banda, beginilah keadaan yang kami lihat sekarang,” tambahnya.
Akbar juga menilai Pemerintah Kota Kendari seakan-akan tutup mata terhadap kondisi masyarakat yang terdampak.
“Sudah enam bulan banjir dan longsor terjadi di Jalan Banda, tetapi pemerintah tidak pernah benar-benar menghiraukan. Pemerintah cuma minta foto dan video, tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata,” kesalnya.
Ia berharap Wali Kota Kendari dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kendari segera turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi masyarakat.
Akbar meminta pemerintah segera membangun saluran drainase dan tanggul penahan air guna mengantisipasi luapan Sungai Banda yang berasal dari arah BTN dan wilayah hulu sungai.
“Kami berharap pemerintah bisa membantu membuat saluran got dan tanggul penahan air. Luapan Sungai Banda dari atas sangat berdampak bagi masyarakat Banda Watulondo. Sampai sekarang belum ada pemerintah yang turun langsung melihat kondisi banjir di jembatan Jalan Banda,” katanya.
Di akhir keterangannya, Akbar berharap pemerintah segera memberikan bantuan dan solusi nyata bagi masyarakat terdampak.
“Mudah-mudahan pemerintah bisa membantu kami mendapatkan tanggul penahan air. Satu atau dua hari hujan turun saja banjir langsung meluap. Kami berharap pemerintah segera turun langsung membantu warga,” tutupnya.
Laporan: AR












