KENDARI: BERITAINFO.ID – Kepala madrasah ibtidaiyah (MI) Ummusabri Kendari memberikan klarifikasi atas kabar yang menyebut seorang siswa di keluarkan dari sekolah secara sepihak, pihak madrasah menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan telah menimbulkan kesalah pahaman di masyarakat, pada Jumat 13/02/2026.
Hal tersebut di sampaikan dalam wawancara yang berlangsung di ruangan kepala sekolah, yang di hadiri kepala madrasah ibtidaiyah Fajeri Ishak, S.pd.l., M. Ed dan besama wakil kepala madrasah Nasrudin Gito S.Pd, dan beserta guru bimbingan konseling (BK) Nunung S.Pd, dan wali kelas 5 Mi.
Menanggapi isu tersebut Kepala Sekolah MI Ummusabri Kendari Fajeri Ishak, S.pd.l., M. Ed mengatakan siswa Genzi adalah siswa yang saat ini duduk di kelas 5. Sebelumnya, saat berada di kelas 4, kami memiliki standar tertentu untuk kelulusan ujian penaikan kelas, salah satunya adalah tingkat kehadiran minimal 90%. Namun, kehadiran Ananda Genzi saat di kelas 4 berada di bawah 50%. Alasan yang disampaikan adalah sakit, namun Ananda tidak dapat menunjukkan surat keterangan sakit yang sah. Selain dari sisi kehadiran, nilai akademik Ananda juga tidak memenuhi syarat untuk naik kelas ujarnya.
Lanjutnya, masalah ini kemudian dibahas dalam rapat seluruh guru. Dari hasil rapat tersebut, semua guru sepakat memberikan tiga pilihan kepada Ananda Genzi:
1. Naik kelas namun harus pindah sekolah.
2. Tidak naik kelas namun tetap bersekolah di tempat ini.
3. Naik kelas dengan syarat tertentu setelah dilakukan pemanggilan orang tua tegasnya.
Orang tua murid kemudian dipanggil dan sepakat untuk memilih poin ketiga, yaitu Ananda tetap bersekolah di sini dan naik kelas dengan memenuhi persyaratan serta perjanjian yang telah ditetapkan imbuhnya.
Ia menambahkan, setelah naik ke kelas 5, ternyata Ananda tidak mematuhi kesepakatan yang telah dibuat. Dukungan dari orang tua sangat minim, dan komunikasi antara pihak sekolah dengan orang tua juga sangat kurang. Menjelang pertengahan semester 1 kelas 5, kehadiran Ananda kembali sangat tidak baik dan tugas-tugas tidak dikerjakan dengan baik katanya.
Pihak sekolah kembali mengambil inisiatif untuk memanggil orang tua. Ibu dari Ananda datang, dan kami kembali menjelaskan mengenai perjanjian yang telah dibuat. Kami juga mengingatkan bahwa jika perjanjian tersebut dilanggar, maka siswa akan dikembalikan kepada orang tua. Tujuan dari hal ini adalah agar orang tua dapat memberikan motivasi kepada Ananda agar lebih rajin ke sekolah. Kami juga menegaskan bahwa jika pelanggaran terulang, pihak sekolah akan memberikan tindakan tegas. Wali kelas juga telah sering berkomunikasi dengan orang tua, namun tidak mendapatkan respon ungkapnya.
Sayangnya, hingga saat ini tidak ada perubahan positif pada diri Ananda. Pihak sekolah telah berdiskusi dengan wali kelas dan bahkan pihak madrasah sudah beberapakali melakukan mediasi ke orang tua murid, namun kendala utama yang dihadapi adalah sulitnya berkomunikasi dengan orang tua yang bersangkutan, pungkasnya.
Laporan : Tim












